Jaring Aspirasi, Infrastruktur Jalan dan Keberadaan Indomaret Dikeluhkan Warga

Kontras.co.id,- Sesuai dengan jadwal, 45 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Bengkulu mulai melakukan reses atau menjaring aspirasi masyarakat. Kamis (31/10/2019). Angota Dewan Komisi I, Usin Abdisyah Putra Sembiring melakukan kunjungan dan bertemu warga Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.

Dalam resesnya, beberapa masyarakat menyampaikan keluhan 
seperti infastruktur jalan dan keberadaan Indomaret serta Alfamart yang dianggap mengancam warung-warung kecil gulung tikar.

"Begini pak, saya salah satu warga yang memiliki warung. Tapi selama ini keberadaan Indomaret dan Alfamart sangat menghantui kami serta banyak yang gulung tikar. Kami mohon solusi yang terbaik agar keberlangsungan usaha kami tetap berjalan,"ujar warga jalan Zainul Arifin Kelurahan Padang Nangka , Abdullah Pulungan

Selain itu, Ketua RW 02 Kelurahan Padang Nangka Singaran Pati Kota Bengkulu, Sutoto juga menyampaikan sangat menyambut baik dengan adanya reses yang dilaksanakan anggota Dewan tersebut.

Menurutnya, persoalan yang masih dominan didaerahnya yakni soal infrastruktur jalan dan pembangunan yang belum merata. Sebab, masih ada yang belum ditindak lanjuti oleh pemerintah Kota terkait infrastruktur tersebut.

"Selain ajang silaturahmi, kami juga mengharapkan dengan hadirnya anggota Dewan Provinsi ini bisa menggedor dan mengingatkan persoalan jalan khususnya di Singaran Pati tolong disentuh,"harapnya
Sementara, Anggota Dewan Provinsi Bengkulu dari Fraksi Hanura sekaligus anggota Komisi I, Usin Abdisyah Putra Sembiring mengaku keluhan tentang keberadaan Indomaret ataupun Alfamart sebenarnya keluhan secara Nasional. 

"di Kota Bengkulu, pemerintah daerah harus cerdas melihat kondisi ini, kita berkaca di Provinsi Sumatera Barat, tidak ada namanya Indomaret maupun Alfamart, karena mereka mempunyai idealisme sendiri. Selain itu, mereka memiliki cara memprotek usaha-usaha warung-warung kecil. Artinya disana bisa, tentu di Kota Bengkulu juga bisa demikian,"ujarnya

Menurut Usin, justru sekarang ada Mart-Mart yang berdiri tanpa diizinkan sudah membuat duluan. Kedua, dengan berdirinya toko tersebut belum adanya mengakomodir produk-produk UKM ditingkat lokal. 

Sebagai anggota Dewan Provinsi Bengkulu yang dipilih warga Kota Bengkulu, sambung Usin, bahwasanya bukan bermaksud untuk mencampuri urusan perizinan Kota atau mengintervensi Kota. Namun dirinya dipilih oleh warga Kota Bengkulu.

"Artinya, saya tidak akan pernah menolak aspirasi dan keluhan masyarakat Kota Bengkulu berkenaan dengan matinya warung-warung mereka akibat dari Mart-Mart itu. Dari situ, perlu saya sampaikan yang mana ranah Provinsi dan mana ranah Kota. Dua-duanya saya teruskan. Kalaupun pemda Kota menerima aspirasi saya atau hasil reses saya ini berkenaan dengan warung-warung kota, ya pikirkan warung-warung itu. paling tidak pemda kota membuat zonasi, misalnya satu kecamatan satu Mart. Harus tegas,"tandasnya
Diketahui, reses anggota DPRD Provinsi Bengkulu dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat. Khususnya dapil I Kota Bengkulu masa persidangan ke-III tahun sidang 2019 akan terus dilakuka mulai 29 Oktober hingga 2  2019.

Penulis : Mahmud Yunus

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.