Dua Tersangka Dugaan Penyelewengan Pajak Ratusan Juta Resmi Ditahan

Kontras.co.id,- Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkulu resmi menahan dua tersangka dugaan penyelewengan pajak PT Agrindo Indah Persada Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu. Keduanya yakni, Satiah Puji Astuti selaku Staf Adminitrasi PT Agrindo Indah Persada dan Jalaludin selaku petani di Kabupaten Seluma, Rabu (21/8/2019).

Terhimpun, keduanya resmi menjadi tersangka pasca dilimpahkan dari penyidik Mapolda Bengkulu ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu.

Diketahui, para terdakwa ini diduga dengan sengaja telah menyampaikan surat pemberitahuan dan atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap (palsu) serta sengaja telah memungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) serta membuat faktur pajak namun tidak menyetorkan PPN terhutangnya selama sembilan bulan. Sebagaimana di atur dalam pasal 39 ayat 1 huruf d dan huruf i Undang-Undang nomor 6 tahun1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Undang-Undang nomor 16 tahun 2009.


Kepala Kejari Bengkulu Emilwan Ridwan SH.MH melalui PLH Kejari Bengkulu Oktalian Darmawan SH.MH usai menerima pelimpahan di Kantor Kejari Bengkulu, Rabu (21/8/2019) mengatakan untuk terdakwa perempuan yakni Satiah Puji Astuti sebelumnya ditahan penyidik, berdasarkan penjelasan terdakwa sekitar tanggal 15 Maret 2019 lalu terdakwa ini keluar dan karena ada Surat dimulainya Penyidikan (SPDP) lagi dari pihak pajak untuk perkara perpajakannya terdakwa tersebut ditahan kembali. Sedangka untuk terdakwa Jalaludin memang tidak ditahan tetapi pada pelimpahan di Kejaksaan terdakwa ditahan.

Penahanan tersebut, kata Oktalian guna mempercepat proses persidangan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan yang dilakukan terdakwa misalnya melarikan diri atau menghilangkan barang bukti serta mengantisipasi agar tidak mengulangi perbuatannya.


“Jadi tim JPU berpendapat untuk ditahan 20 hari kedepan,” kata Oktalian.


Dilihat dari kasus ini, sambung Oktalian, kedua terdakwa tidak menyetorkan pajak dalam usaha sawit di PT Agrindo Indah Persada sebesar 424 juta lebih ke negara. 


“Iya jadi mereka tidak menyetorkan pajak ke negara,” terang Oktalian.

Pantauan Media ini, usai di periksa kedua terdakwa langsung dibawa ke Rutan Malabero dan Lapas Perempuan Kota Bengkulu selama 20 hari kedepan. 

Penulis : Mahmud Yunus 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.